Merangsang Kreativitas Anak (1)

|

Oleh: Heru Subagiyo

Kreativitas merupakan kata yang dihubungkan dengan kepandaian seseorang. Pendapat ini tidak salah tetapi tidak juga sepenuhnya benar. Banyak orang mengartikan kreativitas adalah sikap hidup dan prilaku, juga ada yang menghubungkan kreativitas dengan gagasan-gagasan baru dalam ilmu, teknologi dan pemecahan masalah berbagai bidang. Sebagian orang menekankan kreativitas pada sifat artistik yaitu bahwa yang kreatif itu harus nyeni. Orang tua akan senang dan bangga kalau anaknya memiliki kreativitas yang tinggi.

Sebelum kita berbicara tentang membangun kreativitas anak ada baiknya kita mengetahui apa sebenarnya kreativitas itu. Kreativitas menurut Dr. Myron S. Allen adalah perumusan-perumusan dari makna melalui sintesis. John W. Haefele mengatakan kreativitas dirumuskan sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial. George J. Seidel mengemukakan kreativitas adalah kemampuan untuk menghubungkan dan mengaitkan, kadang-kadang dengan cara yang ganjil namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif dari daya rohani manusia dalam bidang atau lapangan manapun. Jacques Hadamard mengatakan bahwa penemuan atau kreasi baik dalam matematika maupun dalam bidang yang lain terjadi dengan menggabungkan ide-ide. Dan Julius Chandra menjelaskan kreativitas sebagai kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

Merangsang kreativitas pada anak merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Susah, karena kebanyakan orang tua dan lingkungan tidak membebaskan anak untuk mengungkapkan diri dan mewujudkan pikiran-pikiran dan ide-idenya yang merupakan kebutuhan pokok yang khas sebagai manusia. Sebagian orang tua masih menganggap bahwa pikiran-pikirannya adalah yang terbaik bagi anaknya. Sedangkan anak merasa bahwa dia lebih tahu dengan apa yang dipikirkan dan diperbuat. Belenggu dan batas-batas pikiran orang tua inilah yang sebenarnya tidak merangsang kreatifitas anak. Gampang, karena kreativitas akan tumbuh dan berkembang pada diri anak ketika belenggu-belenggu dan batas-batas pikiran orang tua diperlonggar. Ketika batas-batas pikiran orang tua diperlonggar maka anak akan lebih bebas untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya, dan ini merupakan media rangsangan kreativitas pada anak.

Usaha merangsang kreativitas anak berarti mengusahakan lingkungan dan suasana yang memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kreativitas mereka secara optimal. Kegiatan kreatif merupakan kegiatan bermakna yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak yang bersangkutan tetapi juga oleh masyarakat dan kebudayaan. Melakukan kegiatan kreatif kecuali bermakna dan bermanfaat juga merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan memberi kepuasan batin secara khusus pada anak kalau dapat menyaksikan dan merasakan hasil kreasinya. Jadi berkreasi sebenarnya juga melakukan kegiatan rekreasi karena pikiran dan batin anak akan merasa bahagia kalau hasil kreasinya ada yang menerima dan menghargai.

0 komentar:

Posting Komentar